Jenis-jenis Pendapatan dari investasi Saham

Investasi
By:steveleezacky
Date:Monday, March 21, 2016
Last Activity:Mar 21st 2016
Description

1. Deviden
Sisi laba perusahaan yang diberikan pada pemegang
saham. Deviden ini umumnya diberikan setiap kurun saat spesifik, umpamanya 3 bln. sekali, atau setiap th. sekali.
Proporsinya sepadan dengan jumlah saham yang dipunyai,
makin banyak saham yang Anda miliki, makin besar sisi deviden yang Anda terima.
Namun ada saatnya juga deviden tak diberikan oleh
perusahaan, umpamanya waktu perusahaan tidak untung atau berdasar
kebijakan Rapat Umum Pemegang Saham.

2. Capital Gain
Yakni keuntungan yang didapat dari selisih harga dalam jual beli saham. Umpamanya, Anda beli 1000 saham perusahaan ABC yang harga nya Rp 1000/lembar (keseluruhan Rp 1. 000. 000).
Sekian waktu lalu, harga saham itu naik jadi Rp 1. 250/lembar, apabila waktu itu Anda jual saham yang Anda punyai, Anda bakal memperoleh capital gain sebesar Rp 250/lembar saham atau keseluruhan Rp 250. 000.
Jalur Investasi Saham

Anda bisa berinvestasi di pasar modal lewat dua jalur, yakni :

1. Lewat Pasar Perdana (Pasar Primer)
Pasar ini ada waktu perusahaan/emiten jual sahamnya
pada public untuk pertama kalinya atau istilahnya go public
Penjualan ini umumnya diumumkan melalui mass media berbentuk Prospektus. Nah, apabila Anda tertarik, Anda bisa menghubungi
perusahaan itu serta membelinya. Umumnya emiten
mencantumkan alamat serta prasyarat pembelian dalam
prospektusnya. Yang butuh diingat, penjualan saham perdana cuma berlaku dalam periode waktu spesifik. Apabila melalui dari periode waktu yang ditetapkan, jadi Anda mesti membelinya melalui pasar sekunder.

2. Lewat Pasar Sekunder
Apabila dalam pasar primer transaksi yaitu pada investor
dengan perusahaan, jadi dalam pasar sekunder transaksi berlangsung pada investor satu dengan investor lain tanpa ada keterlibatan emiten. Harga saham yang diperdagangkan juga bergantung oleh pasar, bukanlah ditetapkan oelh emiten seperti dalam pasar perdana.
Sistem transaksi jual beli saham dari investor ke investor ini
tidak bisa dikerjakan dengan cara segera seperti pada pasar perdana, tetapi mesti dikerjakan di Bursa Dampak lewat pialang atau perusahaan penghubung.
Untuk memakai layanan pialang, Anda mesti mendepositokan beberapa duit dalam bank yang ditunjuk oleh perusahaan pialang itu. Daftar nama pialang dapat Anda saksikan di BEI (Bursa Dampak Indonesia) atau lewat website jsx. co. id

Arti – arti yang Butuh dipahami

Emiten : perusahaan penerbit saham
Hari bursa : hari di mana saham diperjual belikan
Harga nominal : yakni harga saham yang diputuskan emiten
penerbitnya. Untuk yang memiliki saham preferen, harga nominal ini begitu utama berarti, lantaran dari harga berikut nilai deviden tetaplah ditetapkan. Umpamanya dijelaskan kalau deviden saham preferen yaitu 10 persen, jadi artiya deviden yang di terima yaitu 10 persen
dari harga nominal. Apabila harga nominal selembar saham prefern Rp 500, jadi deviden yang Anda terima yaitu Rp 50/lembarnya.
Harga perdana : harga saham pertama kalinya di jual di pasar perdana.
Harga pasar : nilai jual saham dalam pasar sekunder. Nilainya bergantung pada mekanisme pasar.
Capital gain : laba yang didapat atas selisih harga saham
Capital loss : kebalikan dari capital gain, capital loss yaitu kerugian akibat turunnya harga saham yang dibeli.
Deviden tunai : deviden berbentuk duit tunai
Stok dividend : deviden berbentuk kepemilikan saham
Deviden tetaplah : adalah type deviden yang diberikan pada yang memiliki saham preferen. Nilainya tetaplah seperti pembayaran kupon obligasi.
Deviden kumulatif : deviden sebagai hak pemegang saham preferen, namun belum di terima pada periode pembagian saham waktu lalu.
Deviden non-kumulatif : apabila mempunyai saham preferen yang devidennya non-kumulatif, berarti yang memiliki saham prefern itu tak memiliki hak menuntut deviden yg tidak dibayarkan pada saat lampau.
Yield : keseluruhan keuntungan yang di terima investor, baik dari capital gain ataupun deviden.
Callability : hak emiten untuk beli kembali saham preferen yang telah diedarkan. Umumnya emiten bakal beli saham tertulis diatas harga nominal.
Convertible preferred stok : saham preferen yang dapat
ditukar dengan kepemilikan saham umum. Rasio penukaran bergantung perjanjian pada investor serta emiten.
Non-convertible preferred stok : kebalikan dari convertible preferred stok. Saham ini tidak bisa ditukar dengan saham umum.

Investor serta Spekulan
Anda pasti pernah mendengan dua arti ini, apa bedanya?
Seseorang investor lebih bertujuan pada return periode panjang. Apabila ia ingin menanamkan uangnya dalam investasi saham, ia bakal mempelajari saham yang akan dibeli itu dengan cara cermat, dari mulai reputasi hingga kemampuan serta neraca keuangan emiten penerbitnya. Lain perihal dengan spekulan.
Spekulan menguber keuntungan cepat, ia bakal berinvestasi saham apabila ia memprediksi kalau harga saham itu bakal naik, tak perduli seperti apa kemampuan perusahaan penerbitnya.
Berspekulasi memanglah punya potensi memberi untung besar
dengan cara cepat, namun resikonya juga begitu besar, Anda dapat kaya mendadak namun dapat juga jatuh miskin spektakuler. Serta hingga sekarang ini cuma sedikit orang kaya yang memperoleh kekayaannya dari berspekulasi investasi saham. Di segi lain, jadi beberapa orang kehilangan duit serta terhalang dalam mengumpulkan kekayaannya akibat berspekulasi saham. Bukannya spekulasi itu jelek, namun lebih tepatnya seperti
taruhan. Waktu Anda jual, bakal ada yang beli. Nah, sesungguhnya waktu itu Anda tengah bertaruh. Anda berasumsi saham yang Anda jual bakal turun, sedang yang beli memprediksi kalau nilainya bakal naik. Persentase ‘kemenangan’ Anda kecil apabila Anda tak terjun penuh saat untuk memonitor gerakan saham.
Karenanya anjuran saya, berinvestasilah, bukanlah berspekulasi.


Panduan Investasi Saham

Nilai saham - Murah atau mahal?
Yang saya maksud murah atau mahal bukanlah harga perlembar saham, tetapi harga saham itu di banding nilai intrinsiknya. Apabila nilai intrinsik satu saham lebih tinggi dari harga jualnya, jadi saham itu termasuk murah.
Misalnya, saham PT Alam Rp 4. 000 perlembarnya, namun nyatanya apabila Anda hitung-hitung, sebenarnya saham itu bernilai Rp 6. 000 perlembar. Jadi saham PT Alam ini termasuk murah.
Beli Saham di perusahaan yang berbobot.
Sebelumnya berinvestasi saham apa pun, cermat perusahaannya! Sempatkan diri untuk mempelajari manajemen, operasional, finansial, kompetitor, dan potensi perusahaan itu untuk berkembang. Belilah saham perusahaan itu cuma bila Anda telah meyakini bakal kemampuannya.
Telur di sebagian keranjang memanglah lebih aman
namun bila sangat banyak keranjang jadi ribet, Janganlah sangat banyak beli saham perusahan yang tidak sama, Anda bakal kerepotan memantaunya. Diluar itu, keuntungan Anda jadi jadi tak optimal apabila salah nilai satu diantara saham Anda bertambah cepat.
Hari esok tak dapat ditebak
Janganlah sangat yakin pada siapa saja yang meramalkan kalau ‘harga saham ini bakal naik’ atau demikian sebaliknya.
Ada saatnya Anda tidak untung. Karenanya, belajarlah untuk meminimalkan kerugian secepat mungkin saja.
Pelajari dengan cara berkala.
Pergantian kondisi mengakibatkan nilai serta kemungkinan setiap saham beralih, bila saham yang Anda punyai nyatanya telah tak mungkin lagi memberi keuntungan, jual saja.
Senantiasa siapkan dana cadangan.
Sekurang-kurangnya Anda mesti mempunyai tabungan darurat yang sejumlah minimum 5-6 kali pengeluaran Anda satu bulan. Bila ada saham yang untungkan, Anda bisa memakai dana itu untuk membelinya. Demikian sebaliknya, waktu Anda kehilangan beberapa besar investasi, Anda masihlah miliki dana penopang yang bakal berikan Anda saat untuk bangkit kembali.

This website is powered by Spruz